-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penerimaan Dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Tinggi

Thursday, September 14, 2017 | September 14, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2017-09-14T09:20:45Z
Infotersebar : Lotim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur sejak awal tahun terus berupaya menggenjot realisasi penerimaan daerah dari semua sumber guna dapat mencapai target yang sudah ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017. Berbagai terobosan terus dilakukan. Karenanya, sangat wajar jika realisasi penerimaan daerah hingga periode 31 Agustus mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan capaian dalam periode yang sama pada tahun lalu.

Saat dikonfirmasi Kancanta di Selong, Rabu (13/9) kemarin, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman menyebutkan bahwa pihaknya terus mengintensifkan kegiatan turun ke lapangan untuk menyambangi para pihak yang memiliki kewajiban menyetorkan pajaknya. Hal ini dilakukan agar target yang dibebankan APBD dapat terlampaui. Sebab, pendapatan tersebut sangat penting artinya bagi pembangunan daerah.

Bagi Salmun, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan APBD Tahun 2017 diyakini dapat terpenuhi, jika melihat progres capaian hingga akhir Agustus kemarin. Di mana, realisasi pendapatan di masing-masing sektor sebagian besar sudah berada di atas 50%, bahkan sudah banyak yang mencapai angka 80-90%.
Untuk penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, Bapenda Lombok Timur telah merealisasikan penerimaan sebesar Rp. 20.631.296.738,- atau sekitar 92,55% dari target sebesar Rp. 22.291.555.000,-. Realisasi pendapatan tersebut didukung dengan penerimaan dari deviden saham PT Bank NTB yang sudah melampaui target. Di mana, target deviden saham PT Bank NTB sebesar Rp. 13.893.555.000,-. Namun, jumlah realisasinya sudah mencapai angka Rp. 14.898.805.912,- atau mencapai 107,24% untuk perhitungan per tanggal 31 Agustus 2017.

Sementara itu, realisasi deviden saham PT Selaparang Financial sudah mencapai angka Rp. 5.222.018.826,- atau sekitar 87% dari target sebesar 6 Milyar. Begitu juga realisasi bagian laba dari PDAM yang ditarget Rp. 398 juta, pemerintah sudah merealisasikan penerimaan sebesar Rp. 310,4 juta atau sekitar 78%.

Dikatakan Salmun, realisasi penerimaan PAD akan terus ditingkatkan. Sebab baginya, semakin besar PAD yang diterima daerah, hal itu menunjukkan bahwa semakin kuatnya daerah itu dalam berotonomi, di samping menjadi indikator semakin majunya perekonomian masyarakat. (kis)
×
Berita Terbaru Update