Infotersebar : Lotim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur sejak awal
tahun terus berupaya menggenjot realisasi penerimaan daerah dari semua sumber guna
dapat mencapai target yang sudah ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017. Berbagai terobosan terus dilakukan. Karenanya,
sangat wajar jika realisasi penerimaan daerah hingga periode 31 Agustus
mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan capaian dalam
periode yang sama pada tahun lalu.
Saat dikonfirmasi
Kancanta di Selong, Rabu (13/9) kemarin, Kepala Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman menyebutkan bahwa pihaknya terus
mengintensifkan kegiatan turun ke lapangan untuk menyambangi para pihak yang
memiliki kewajiban menyetorkan pajaknya. Hal ini dilakukan agar target yang
dibebankan APBD dapat terlampaui. Sebab, pendapatan tersebut sangat penting
artinya bagi pembangunan daerah.
Bagi Salmun, target
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan APBD Tahun 2017 diyakini dapat
terpenuhi, jika melihat progres capaian hingga akhir Agustus kemarin. Di mana,
realisasi pendapatan di masing-masing sektor sebagian besar sudah berada di
atas 50%, bahkan sudah banyak yang mencapai angka 80-90%.
Untuk penerimaan
dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, Bapenda Lombok Timur
telah merealisasikan penerimaan sebesar Rp. 20.631.296.738,- atau sekitar
92,55% dari target sebesar Rp. 22.291.555.000,-. Realisasi pendapatan tersebut
didukung dengan penerimaan dari deviden saham PT Bank NTB yang sudah melampaui
target. Di mana, target deviden saham PT Bank NTB sebesar Rp. 13.893.555.000,-.
Namun, jumlah realisasinya sudah mencapai angka Rp. 14.898.805.912,- atau
mencapai 107,24% untuk perhitungan per tanggal 31 Agustus 2017.
Sementara itu,
realisasi deviden saham PT Selaparang Financial sudah mencapai angka Rp.
5.222.018.826,- atau sekitar 87% dari target sebesar 6 Milyar. Begitu juga
realisasi bagian laba dari PDAM yang ditarget Rp. 398 juta, pemerintah sudah
merealisasikan penerimaan sebesar Rp. 310,4 juta atau sekitar 78%.
Dikatakan Salmun,
realisasi penerimaan PAD akan terus ditingkatkan. Sebab baginya, semakin besar
PAD yang diterima daerah, hal itu menunjukkan bahwa semakin kuatnya daerah itu
dalam berotonomi, di samping menjadi indikator semakin majunya perekonomian
masyarakat. (kis)
